Perselisihan Israel dan Palestina, sekaligus hubungan Indonesia dengan Israel.
Mengunjungi Israel
Pada awal Desember 2007, lima wakil dari lembaga Islam Indonesia, termasuk Muhammadiyah dan Nadhlatul Ulama, berangkat ke Israel dan menemui presidennya, Shimon Peres. Kunjungan mereka disponsori oleh Simon Wiesenthal Center dan LibForAll Foundation.
Shimon Peres menyatakan bahwa ia sangat gembira menerima para ulama tersebut, dan ia juga berharap jika lebih banyak orang Indonesia yang mau mengunjungi Israel di bulan Mei 2008 untuk mendoakan damai sambil merayakan ulang tahun Israel yang keenam puluh.

Perwakilan Indonesia di Israel.
Ketua PW Muhammadiyah Jawa Timur Syafiq Mugni berharap kalau masyarakat Muslim Indonesia dapat menjadi lebih toleran, walaupun beliau juga mengakui masih banyak yang menentang demokrasi. Abdul A’la dari NU pun mengakui adanya kelompok-kelompok Islam garis keras di Indonesia.
Din Syamsudin dan Hasyim Muzadi yang masing-masing merupakan pemimpin Muhammadiyah dan Nadhlatul Ulama, menyampaikan ketidaktahuan mereka akan kepergian anggotanya ke Israel.
Wakil Ketua DPR Soetardjo Soerjogoeritno (Mbah Tardjo) dari PDI-P menyuarakan penolakannya terhadap kunjungan tersebut, karena Israel masih menduduki Palestina. Lagipula, bangsa Israel yang terkenal medhit (pelit) tidak akan memberikan bantuan apapun untuk Indonesia, ujarnya.
Kolonialisme Bukan Islam
Pada bulan Desember, mantan Menteri Luar Negeri Indonesia Ali Alatas berujar kalau dukungan Indonesia terhadap Palestina tidak ada hubungannya dengan agama.
Banyak kalangan yang salah paham mengaitkan dukungan Indonesia kepada Palestina dengan agama.
Ia mengatakan bahwa kedudukan Indonesia yang pro-Palestina memang masalah prinsip, sesuatu yang dinyatakan oleh konstitusi kalau kemerdekaan adalah hak setiap negara yang tidak bisa diganggu gugat, dan maka itu, semua bentuk penjajahan harus dihapuskan.
Dituntun oleh keyakinan ini, Indonesia telah giat mendukung perjuangan kemerdekaan bangsa lain, seperti Afrika Selatan dan Namibia, ujarnya.
Beliau menyesali keadaan dimana banyak orang mengira dukungan Indonesia untuk Palestina didorong oleh persaudaraan Islam.
Kekhawatiran Hak Asasi Manusia
Di tanggal 24 Januari 2008, sebagai akibat dari pemblokiran daerah Palestina dan penyerangan-penyerangan oleh pasukan Israel, anggota DPR Andreas H Pareira dari PDI-P mengatakan bahwa Indonesia harus melakukan persuasi terhadap Amerika untuk:
…memaksa Israel agar tidak menggunakan kekerasan terhadap Palestina.
Pareira mengatakan Israel hanya mau mendengarkan Amerika:
Kita tidak bisa menyalahkan Amerika Serikat saja, namun Indonesia bersama dengan negara-negara Muslim lain perlu meyakinkan Amerika Serikat untuk bertindak terhadap Israel, dan bukannya hanya mengutarakan kecaman.
Hajriyanto Y Thohari dari Partai Golkar justru mengatakan Indonesia harus menekan Amerika Serikat untuk segera mengambil sikap terhadap Israel.
Ini sesungguhnya tindakan semena-mena Israel untuk kesekian kalinya. Lalu, quo vadis PBB. Kita semua harus berbuat sesuatu, jika memang kita masih memiliki rasa kemanusiaan dan menganggap dunia ini masih beradab.
Artikel ini diterjemahkan oleh Hannah Mulders dari versi bahasa Inggris – Israeli Palestinian Conflict.
Saya heran mengapa sebagian (cukup besar) umat Islam di Indonesia ribut dengan masalah Palestina. Berbagai dalih dikemukakan. Antara lain karena untuk melawan Israel yang mencaplok tanah Palestina. Dengan demikian masalahnya adalah rebutan tanah. Umat Islam di Indonesia gerah karena menganggap bahwa Palestina itu muslim dan Israel yahudi. Padahal sebagian warga Palestina (dalam persentase yang cukup besar, bukan muslim), dan sebagian warga Israel juga bukan Yahudi. Kerap yang menjadi slogan adalah solidaritas sesama muslim. Oke, anggap saja itu benar. Lantas mengapa ketika warga Sidoarjo (tentu banyak juga yang muslim) yang mesti tergusur dari tanah mereka secara paksa karena Lapindo, atau warga alas Tlogo juga tergusur, ternyata tidak banyak umat muslim di Indonesia, termasuk berbagai macam ormas Islam yang angkat bicara atau berteriak ‘jihad’?
Ada lagi yang ribut soal Palestina dengan dalih masalah kemanusiaan. Oke, anggap itu benar. Lantas mengapa ketika Aceh (sebagian besar muslim) terkena tsunami, justru yang termasuk awal tergerak untuk membantu rakyat Aceh adalah mereka yang berasal dari negeri-negeri kristen, bukan dari negeri muslim? Bahkan dari dalam negeri pun, tidak banyak ormas islam yang ikut membantu mereka yang mengalami tragedi kemanusiaan tersebut. Baru belakangan, mereka muncul dan mempersoalkan mengapa banyak orang kristen di Aceh, padahal orang-orang kristen di sana membentu orang-orang muslim Aceh yang terkena bencan.
Maka dari itu menjadi pertanyaan kritis, mengapa sih umat Islam di Indonesia ribut banget dengan soal Palestina-Israel? Negara-negara Arab (tentu banyak muslimnya) di sekitarnya saja tenang-tenang saja, kok di sini yang ribut.
Tapi, kalau sudah terlalu besar syahwat perangnya, ya silakan saja kalau sebagian umat Islam yang ngebet banget mau berjihad ke timur tengah itu berangkat saja. Tapi, seperti kata Gus Dur, mesti berangkat dengan biaya sendiri, tidak usah minta duit kepada pemerintah atau minta duit pada orang lain. Kalau ada apa-apa di sana, ya ditanggung sendiri. Itu kalau memang berani lho. Kalau cuma berani teriak-teriak di sini atau cuma beraninya menzalimi orang-orang non-muslim di Indonesia yang rata-rata memang cinta damai itu sih berarti tidak ada apa-apanya. Sama saja dengan para pejuang jihadis yang ada di timur tengah yang beraninya menembak tapi kemudian bersembunyi di balik rok istri / ibu / anak perempuannya.
Tapi, kalau sudah terlalu besar syahwat perangnya, ya silakan saja kalau sebagian umat Islam yang ngebet banget mau berjihad ke timur tengah itu berangkat saja.
Mayoritas Umat Islam Indonesia lebih besar syahwat sex nya dari pada syahwat perangnya, selain itu kami semua sdh mendapat pelajaran yg sangat berharga dari kasus idul fitri berdarah di ambon, cuman ditinggal mudik sebentar saja saudara kami yg lagi sholat pada di potong-2 apalagi di tinggal pergi jihad ke timur tengah…haduuuh capeek deeeh….nggak lah …kami lebih senang bikin anak yg banyak , sehat dan kuat apalagi kalo berperang nya cuman rebutan tanah padang pasir buat apa sedangkan disini tanah kami sendiri yg subur masih banyak belum di olah dengan baik
Kutipan dari Cukurungan:
kami lebih senang bikin anak yg banyak , sehat dan kuat apalagi kalo berperang nya cuman rebutan tanah padang pasir buat apa sedangkan disini tanah kami sendiri yg subur masih banyak belum di olah dengan baik.
– Aduh, kalau di sini bikin anak sebanyak-banyaknya, repot. Lihat angka pertumbuhan penduduknya. Bisa-bisa melampaui daya dukung negeri ini. Dengan angka pertumbuhan penduduk yang minim saja, penduduk Indonesia sudah begitu banyak. Kalau kebanyakan penduduk, bagaimana anak-anak bisa sehat dan kuat? Coba lihat, betapa mereka yang anaknya kebanyakan melebihi kemampuan ekonominya lantas anak-anaknya kurang sehat, kurang terawat, bahkan ada yang kurang gizi. Apalagi kalau anak-anaknya bisa menjadi cerdas. Wah, makin jauh lagi. Padahal yang dibutuhkan negeri ini adalah anak-anak yang selain sehat dan kuat, terutama adalah anak-anak yang cerdas. Mereka yang cerdas saja yang bisa membuat penduduk negeri ini makmur sejahtera. Dan hanya mereka yang cerdas saja yang tidak mudah dibodohi dengan janji-janji surga untuk saling membunuh. Mereka yang cerdas bisa menalar apa yang baik dan yang buruk.
Aduh, kalau di sini bikin anak sebanyak-banyaknya, repot. Lihat angka pertumbuhan penduduknya. Bisa-bisa melampaui daya dukung negeri ini. Dengan angka pertumbuhan penduduk yang minim saja, penduduk Indonesia sudah begitu banyak. Kalau kebanyakan penduduk, bagaimana anak-anak bisa sehat dan kuat? Coba lihat, betapa mereka yang anaknya kebanyakan melebihi kemampuan ekonominya lantas anak-anaknya kurang sehat, kurang terawat, bahkan ada yang kurang gizi. Apalagi kalau anak-anaknya bisa menjadi cerdas. Wah, makin jauh lagi. Padahal yang dibutuhkan negeri ini adalah anak-anak yang selain sehat dan kuat, terutama adalah anak-anak yang cerdas. Mereka yang cerdas saja yang bisa membuat penduduk negeri ini makmur sejahtera. .
Kami yg repot kenapa anda harus sewot, secara akal sehat ya jelas saya hanya menganjurkan bagi saudara kami yg mampu beranak banyak dalam artian yg luas dan kenapa harus dibatasin segala, kalo daya dukung negeri ini tidak cukup ..masih ada jalan lain… dan dunia ini masih banyak tanah tidak bertuan seperti benua Australia dan Amerika…kalo orang bule kafir boleh membunuhin dan memusnahkan orang aborigin dan Amerika Indian utk di jarah tanahnya dan diklaim sebagai negara mereka, kenapa orang Indonesia tidak bisa
Dan hanya mereka yang cerdas saja yang tidak mudah dibodohi dengan janji-janji surga untuk saling membunuh. Mereka yang cerdas bisa menalar apa yang baik dan yang buruk
Tingginya kecerdasan seseorang tidak ada sangkut pautnya dengan tendensi seseorang menjadi pembunuh atau saling bunuh….mana ada suku pedalaman yg masih bodoh bisa bunuh jutaan manusia, coba anda saksikan sendiri saat ini juga…siapa sih yg bisa mengalahkan kecerdasan orang Yahudi dan Amerika….buktinya mereka malah menjadi pembunuh nomor satu dunia ini…Hey dodol emangnya yg bikin bisa bom nuklir itu orang goblok…hahaha
Salut buat analisys-nya jumawawi… kita nggak usah sok-sok pro-pro or kontra-kontra-an pikirin aja bgmn cara berbenah diri dari dalam dulu, “Tengoklah kedalam sebelum bicara…” ( kata Ebiet G Ade ) Dunia sudah diambang Akhir Zaman… Waspadalah… Waspadalah…
Dear rekan semua,
Saya heran kenapa Umat Islam Indonesia begitu getol menanggapi konflik Israel – Palestian sampe bawa bawa agama dan anak kecil, setahu saya Nabi Muhammad tidak pernah mengajarkan kebencian kepada umatnya.
bawa bawa anak kecil untuk demo sedangkan secara logika kesadaran anak kecil tersebut belum tahu permasalahan konflik itu, kasihan dari masih anak kecil sudah di ajarkan dan ditanamkan kebencian yang bernuansakan SARA.
Wahai oknum oknum yang meng atas namakan Agama untuk kepentingan ini anda itu Muslim Pengikut Nabi Muhammad atau Muslim KTP doang.
Jangan hancurkan indentitas Muslim yang cinta damai seperti yang diajarkan dan dicontohkan Nabi Muhammad dalam Piagam Medinah.
Ingat sejarah telah membuktikan bahwa dimasa agama agama pendahulu Islam selalu mengalami masa kelam disaat agama tersebut ber umur 13-15 abad dihitung dari penanggalan yang dipakai oleh agama tersebut.
Umat Nasrani telah mengalami masa kelam nya pada abad 13-15 di Eropa, apakah kita umat Muslim juga akan mengalami nya ? atau anda anda akan menjadi pemeran utama bagi agama Islam untuk juga mengalami masa kelam tersebut wallahualam, silahkan anda istighfar.
harapan saya adalah jangan sampai agama Islam mengalami hal tersebut dan belajar dari sejarah serta mengamalkan ajaran Nabi Muhammad SAW dan Piagam Medinah.
Bismillah Hirochmanirohim
Dalam Nama Allah yang Maha Pengasih dan Penyayang.
Buktikan itu !
Wassalam
Pusing dah kalau mikirin Israel ama Palestina, secara mereka memang musuh bebuyutan udah sangat lama sekali…..sejak sebelum masehi juga udah konflik.
Tapi melihat korban manusia yang banyak (Palestina mungkin paling banyak) yang sudah seribu lebih, ya sudah lah lebih baik mereka duduk berunding dengan baik-baik.
Kedua belah pihak aku pikir juga keras kepala, gimana enggak….si Israel tetep membabi buta membombardir Gaza dengan alasan melumpuhkan Hamas (ya kemungkinan juga Hamas membaur dengan penduduk termasuk di ruang umum seperti rumah sakit dll), dilain pihak Hamas gak mau tunduk dengan tetep meluncurkan roket-roket ke wilayah penduduk israel, serta gak mau nyerah kalau pasukan israel belum ditarik dari Gaza. Kalau begini terus, ya gak akan kelar tuh, pada gak mikirin nyawa orang lain yg gak bersalah tuh kedua belah pihak.
Selama ada islam dan agama ciptaannya Muhammad didunia ini, tidak ada perdamaian karena bersumber dari Al Quran untuk harus membunuh non muslim dimanapun mereka berada. Inilah ayat-ayat yang ciptaan wahyu Muhammad bagi pengikut.
TO: Tuan (yg menyebut nama nya SYAHRUL ) yang Terhormat yang pastinya NON MUSLIM
Sepertinya anda Merasa paling tahu tentang Islam yah………
1. Tolong di jelaskan Ayat mana dalam Al-Qur’an yang Menyebut Umat kami di wajibkan membunuh non muslim????
2.Darimana anda mendengar Nabi Besar Muhammad adalah Sang pencipta Agama???
Karena Muhammad telah menganggap dirinya sebagai Allah, dan Allah telah mengutuk Muhammad akhirnya dan mati terkutuk diracuni di Khaybar.
Perlu anda ketahui…. Nabi Muhammad adalah Rosull Allah yang Rendah hati… Dan beliau tidak pernah sekalipun menyebut dirinya sebagai ALLAH…
Sejak kapan anda melihat Umat Islam menyembah nabi Muhammad?????
ANDA TIDAK PERNAH melihat Adzan di TV….. Atau mungkin anda TIDAK PUNYA TV???
Saya jelaskan :
dalam ADZAN pasti ada kata2 :
LA ILLA HA ILALLAH yang Artinya : TIADA TUHAN SELAIN ALLAH….
MUHAMMAD DA RASULULLAH yang artinya : MUHAMMAD ADALAH RASUL ALLAH
Kami Umat Muslim hanya meyakini ALLAH adalah satu2nya tuhan kami yang patut kami sembah…. Dan NABI BESAR MUHAMMAD SAW adalah Panutan bagi kami atas AMAL kebaikan yang di ajarkan ke pada Ummatnya.
Anda pun pasti tahu agama NASRANI yang menyebut TUHAN YESUS KRISTUS ( yang ) sebenarnya adalah seorang NABI (ISA).
Sadarkah anda dengan kenyataan itu???
dan akhirnya kutukan ini telah menimpa penderitaan terhadap keturunan Ismail yang tidak pernah berakhir karena segala kesombongan mereka
Tuan Syahrul yang terhormat
Apakah anda tidak salah bicara ….
Kesombongan apa???
Anda tidak sadar dengan PEMBANTAIAN yang di lakukan YAHUDI dan sekutunya ????? Yang PAsti dunia juga Tahu…. Mereka NON MUSLIM…
Semua agama di dunia itubaik…. Mungkin Orang2 Seperti anda yang tidak tahu apa2 lah yang menjadi perusak kedamaian dunia…. ( YAH SAMA PERSIS Spt ORANG2 YAHUDI DAN AMERIKA ) yang menjajah PALESTINA demi sejengkal tanah…
MEMALUKAN….
TUAN SYAHRUL YANG TERHORMAT ;
SEBELUM BICARA…. TOLONG DI TELAAH…
DAN SADAR DIRI…
MESKI SAYA TDK TAHU PERSIS APA AGAMA ANDA ….MUNGKIN ANDA ADALAH SALAH SATU PENGANUT AGAMA YANG SAMA DENGAN PENJAJAH DAN PENJARAH KEKAYAAN MUSLIM DI TIMUR TENGAH….
SADAR BUNG…..JANGAN MENUTUP MATA DENGAN KENYATAAN YANG ADA….
KITA TUNGGU SIAPA YANG AKAN KENA AZAB????
WASSALAM!!!
Kabar terakhir, hari ini 17 Januari 2009, menyatakan bahwa Israel mempertimbangkan gencatan senjata, tetapi pemimpin Hamas di Syria, Khaled Meshaal, mengatakan bahwa Hamas tidak mau gencatan senjata. Saya rasa, memang yang dikatakan Khaled Meshaal masuk akal, karena dia ada di Syria, tidak melihat dengan mata kepala sendiri betapa sudah babak-belurnya Hamas di Gaza. Memang, pada akhirnya perang itu soal siapa kalah dan siapa menang. Yang menjadi benar tentu yang menang. Itu sudah praktek sejarah. Coba lihat saja sejarah Indonesia. Kalau dulu perjuangan Indonesia untuk merdeka gagal, Soekarno dan teman-temannya tidak lebih tetap dianggap sebagai ekstremis pemberontak. Tetapi ketika perjuangan itu berhasil, maka mereka dianggap sebagai pahlawan. Coba andaikan saja perjuangan PKI pada tahun 1965 menang, mungkin orang-orang PKI dianggap pahlawan, dan para pahlawan dalam dunia Orba tidak lebih dianggap sebagai penjahat. Tapi kenyataan kan lain, Orba yang menang, dan PKI dianggap pemberontak.
Dalam kenyataan di Gaza, situasinya mungkin kurang lebih begitu. Ketika perjuangan Hamas berhasil menang, para pejuang itu dianggap sebagai pahlawan. Namun, ketika perjuangan mereka gagal, mereka dianggap tidak lebih dari pemberontak bagi pemenang.
Logika suatu perang memang yang ada hanyalah menang dan kalah, atau yang lebih tepatnya lagi kalah dan kalah, karena dalam setiap perang , sebenarnya tidak ada satu pun yang menang. Semuanya kalah. Semua kalah karena ketidakberhasilan menyelesaikan suatu perbedaan pendapat dengan cara yang cerdas dan mesti menggunakan otot. Dalam suatu perang, selalu ada korban.
Boleh saja orang menggunakan berbagai dalih, entah dengan basis apa pun, termasuk basis referensi dari kitab suci mana pun dari agama mana pun, sebagai usaha membenarkan orang melakukan peperangan. Namun, pada kenyataan yang paling nyata, perang adalah suatu kebodohan dan kekalahan, yakni kekalahan sebagai manusia karena tidak berhasil menyelesaikan perbedaan pendapat dengan cara sebagai manusia, bukan dengan cara adu otot.
Maka, sejatinya tidak ada yang disebut perang suci. Perang suci hanya klaim, atau hanya manipulasi untuk memprovokasi agar orang mau berperang. Perang apa pun bentuknya adalah kejahatan. Dalam setiap perang, mau tidak mau pasti terjadi korban. Korban ada di pihak mana, itu lain cerita. Tetapi selalu ada korban. Dan ketika terjadi suatu korban, berarti sudah ada suatu kekalahan.
Maka, dengan berperang, orang sudah menurunkan derajatnya sendiri sebagai manusia. Dia tidak lagi menjadi manusia, melainkan sekedar menjadi binatang yang adu otot dan adu taring. Dalam dunia binatang, binatang-binatang berantem saling menggigit demi untuk alasan ‘mating’, mendapatkan keturunan. Proses itu dilakukan sebagai seleksi alam agar keturunan berikutnya memang berasal dari bibit terbaik, yakni dari yang berhasil mengalahkan lawan-lawannya.
Pada manusia, perang seperti dalam dunia binatang mungkin ditransformasikan lebih lanjut, bukan hanya sekedar demi mendapatkan keturunan tetapi juga demi jaminan agar keturunannya mendapat kondisi hidup yang lebih baik, misalnya dengan medapat sumberdaya alam yang lebih baik, antara lain tanah, sumber air, sumber mineral dan sebagainya. Namun pada manusia, hasrat berperang itu lantas dicoba diperhalus, dipermuliakan, dengan dalih-dalih konsep muluk-muluk yang bahkan diklaim berasal dari Tuhan (hanya manusia yang punya Tuhan, binatang tidak punya Tuhan), melalui dalih-dalih agama. Tentu demi justifikasi hasrat berperang itu, orang tidak mau bersikap kritis, bahkan cenderung bersikap manipulatif terhadap pembenaran dari Tuhan itu. Atau singkatnya, kemudian sebagian manusia menyebutnya sebagai perang suci.
Namun sekali lagi, perang tidak ada yang suci, karena setiap perang pasti menimbulkan korban, entah di pihak mana pun. Maka dari itu, kalau mau berpikiran sehat, tentunya orang lebih baik memilih dahulu cara-cara lain untuk menyelesaikan pendapat tanpa menggunakan perang otot adu taring.
Memang tidak mudah, tapi itulah harkat menjadi manusia, yakni tidak sekedar menggunakan kekerasan untuk menyelesaikan masalahnya.
Harap selalu diingat bahwa selama manusia masih hidup, selalu ada perbedaan pendapat. Ketika orang tidak mau belajar menyelesaikan pendapat dengan cara tanpa kekerasan, pada saat itu pula, dia belajar untuk tidak menjadi manusia lagi.
umat muslim di dunia diibaratkan sebagai bagian dari sebuah tubuh…bila salah satu bagian tubuh itu terluka…pasti bagian tubuh lain akan merasakannya.tapi aku sendiri sih maklum,namanya tubuh kan gak ada yang sempurna….bisa kan kena penyakit.dan ada beberapa bagian dari tubuh yang kena penyakit itu kebal n gak ngerasa atau gak begitu ngerasa bila bagian tubuh yang lain tersakiti….wong disentuh aja gak ngerasa apalagi merasakan bagian tubuh yang lain,malah ada bagian tubuh yang dah terkena kanker malah bersifat parasit…..iya to?bayangkan aja…suatu hal buruk menimpa kita….n gak ada siapapun yang peduli…. seandainya semua orang bisa berpikir lebih positif ya…..btw…palestina termasuk negara yang pertama kali mengakui kemerdekaan RI lho…
untuk Sahrul ……
Kitab suci Roma Pasal 27 ayat 1yang menyatakan bahwa ” Umat selain Kristen Adalah Domba – domba tersesat”.
Apa iya Tuhan menciptakan ayat seperti itu?????????……
sedangkan manusia itu mahluk yang paling sempurna dari apapun.
Kitab suci apa itu??????……
Yang selalu revisi????…….
Berarti bukan buatan Tuhan donk????……
Logika suatu perang memang yang ada hanyalah menang dan kalah, atau yang lebih tepatnya lagi kalah dan kalah, karena dalam setiap perang , sebenarnya tidak ada satu pun yang menang. Semuanya kalah. Semua kalah karena ketidakberhasilan menyelesaikan suatu perbedaan pendapat dengan cara yang cerdas dan mesti menggunakan otot.
Israel hanya belum pernah memenangkan peperangan tapi hanya memenangkan pertempuran, karena Hamas dan hisbullah belum takluk dan anak cucu mereka tetap menjadi ancaman bangsa Israel….apa sih yg di hasilkan dari ke dahsyatan mesin perang Israel….paling banter cuman kematian sebagaian orang palestina dan turunan dendam anak cucu mereka….dan tujuan perang Israel untuk menjamin keamanan bangsa Israel tetap gagal karena musuh bangsa Israel masih bisa menyerang orang Yahudi ditempat lain…contoh terakhir kasus teror mumbai…
Coba lihat bedanya kebijaksanaan perang orang Indonesia ….dan keganasan nafsu perang bangsa yahudi….kalo mau pasukan dan pesawat tempur kita bisa saja dipakai untuk menghancurkan dan membomi anggota GAM dan rakyat aceh seperti Israel menghancurkan GAZA tetapi kita tidak melakukan hal itu dan memberi kesempatan warga Aceh dan GAM utk tetap bangga karena tidak ditaklukan sehingga perdamaian bisa di capai.
Kutipan dari Keysa:
umat muslim di dunia diibaratkan sebagai bagian dari sebuah tubuh…bila salah satu bagian tubuh itu terluka…pasti bagian tubuh lain akan merasakannya.
—
Maaf saya berpendapat agak sedikit berbeda. Yang saya lihat, bahkan di daerah-daerah berpenduduk Islam sendiri, juga terjadi saling perang dan saling bunuh. Kalau tidak salah, bahkan dari sejak awal sejarah Islam, misalnya dengan tragedi Hasan – Hussein, mereka sudah saling bunuh. Dengan demikian, pernyataan sebagai bagian dari satu tubuh kok agak sulit dipahami ya??
Selain itu, saya tidak memahami bagaimana kaitannya umat Islam dengan penduduk dunia lainnya. Apakah juga merasa bagian dari tubuh ‘umat manusia’? Tentu ini sekedar pertanyaan spekulatif mengingat bahwa katanya ada ayat-ayat kitab suci yang mengatakan kurang lebih bahwa yang bukan muslim layak dimusnahkan.
Saya tidak tahu apakah ayat-ayat seperti itu benar, atau sudah dimanipulasi demi tujuan tertentu. Namun kalau seandainya benar, berarti itu mengingkari kenyataan bahwa yang disebut ‘umat manusia’ itu mencakup segala macam bangsa, segala macam kepercayaan, segala macam asal-usul, segala macam kebudayaan, sehingga membentuk keanekaragaman.
Keanekaragaman itulah yang membuat kehidupan ini indah. Coba bayangkan kalau tubuh hanya mata saja, atau hanya hidung saja, atau hanya perut saja, tentu tubuh tidak indah. Coba bayangkan kalau makan hanya nasi saja, tidak ada lauk, tidak ada sayur, tidak ada buah. Coba bayangkan kalau lauk hanya ada tempe saja, tidak ada udang, tidak ada daging. Coba bayangkan kalau makanan dari daging hanya dari daging sapi saja, tidak ada daging domba, tidak ada ayam, tidak ada ikan. Dan seterusnya. Betapa sangat sepi dan membosankannya.
Maka, keberanekaragaman adalah suatu keniscayaan. Dengan demikian penerimaan terhadap keberanekaragaman itu merupakan tuntutan mutlak agar hidup damai. Dan ini tentu saja bertentangan dengan niat untuk saling meniadakan, saling menghapuskan dari muka bumi ini.
Perspektif sektarian bahwa yang menjadi satu tubuh hanya dari golongan tertentu, sama saja dengan meniadakan perspektif bahwa umat manusia secara keseluruhan adalah satu tubuh yang sejati, di mana tidak seharusnya mata meniadakan hidung, perut tidak meniadakan tangan, dan sebagainya. Semuanya berhak dan layak hidup sejahtera di muka bumi ini.
Salam
Sugeng Rino sederek sedanten, kulo bade derek urun rembuk
Mas Israel lan Mas Hamas
Leren yo, kowe kok seneng dolanan nyowo wong liyo
perang – gonthok..gonthok karo sakpodo menungso
opo tho untunge sampean, opo karep ben diarani Jagoan yo
Mbok yo..o dang dilereni sifat angkoro murko
dang eling karo keluargo-mu, sing tansah was-was
ojo ngumbar nafsu thok …. terus kon ora eling karo liyane
Urip kun ngono enak tur kepenak
pari bosone makan karo sogo sambel uuuenak yen suwasono tentrem ayem
opo meneh yen kowe isih perang arep mangan opo konco, keluargo – mu
WIIS YOOOO BUBAR PERANG-E
Soko sedulur-mu JAWA TIMUR
Walah ribut mendingan kerja cari dwit buat bantu mereka yang kekurangan di negeri ini. Masih banyak yang kekurangan di negeri ini malah ngurusi negara lain yang nggga ada imbasnya buat Indonesia. La wong senenge pada ngurusi negara lain makane negaranya sendiri ngga maju maju. HIDUP INDONESIA RAYA.
Walah ribut mendingan kerja cari dwit buat bantu mereka yang kekurangan di negeri ini. Masih banyak yang kekurangan di negeri ini malah ngurusi negara lain yang nggga ada imbasnya buat Indonesia. La wong senenge pada ngurusi negara lain makane negaranya sendiri ngga maju maju. HIDUP INDONESIA RAYA.
Setubuh eh Setuju, mending cari duit yang banyak trus buat jihad di Indonesia Timur yang terkena bencana alam.
Saya yakin banyak umat Muslim juga di Indonesia timur yang terkena bencana.
Itu yang jadi negara tetangga yang dekat dengan mereka saja seperti Arab, Mesir dll saja tidak ambil pusing, kok kita yang jauh dan banyak saudara kita sesama bangsa Indonesia terkena bencana malah mau Jihad kesana, Jihad lah untuk yang paling dekat dengan diri kita , kalau sudah mampu baru kita berfikir untuk Jihad yang lebih jauh.
Jihad buat saudara kita yang di Indonesia Timur saja belum mampu kok mikirin Israel palestina.
Hidup Indonesia Ku
Israel & Palestina…. Doaku menyeretaimu…..
Tuk yang Complain about Yesus Menangis…. Heh menangis itu bukan cuma berarti cengeng tau !!! Tapi Menangis yg dimaksud adalah ungkapan dari Rasa Prihatin yang mendalam karena umatnya pada perang, Rasa Iba, emangnya elu kagak nangis kalo (maaf) seorang yg elu kasihi tiba-tiba mening-out … ye…kalo lu nangis berarti elu cengeng juga dong..
Israel & Palestina…. Doaku menyeretaimu…..
Menyeret Tai??? He he
Maaf saya berpendapat agak sedikit berbeda. Yang saya lihat, bahkan di daerah-daerah berpenduduk Islam sendiri, juga terjadi saling perang dan saling bunuh.
Om marcus sampeyan sekolah nya apa ya ……hahaha….kok pintar banget….om emangnya nggak ada orang yg terkena pisau atau terluka dengan pisau yg di pegang tangan mereka sendiri …ya seperti itulah umat islam….kami umat islam bukan malaikat yg bebas salah dan dosa ya bisa saja kami pun salah bunuh seperti orang kristen atau orang tidak beragama….inget tuh perang dunia atau perang di rwanda atau kongo….namanya manusia ….beragama apapunnya sama saja….tetep masih bisa saling bunuh…. nggak usah anda bikin kuliah ke golongan agama lain dan lebih baik tengok dan kuliahin umat dan anak anda sendiri saja
Selain itu, saya tidak memahami bagaimana kaitannya umat Islam dengan penduduk dunia lainnya. Apakah juga merasa bagian dari tubuh ‘umat manusia’? Tentu ini sekedar pertanyaan spekulatif mengingat bahwa katanya ada ayat-ayat kitab suci yang mengatakan kurang lebih bahwa yang bukan muslim layak dimusnahkan.
Saya tidak tahu apakah ayat-ayat seperti itu benar, atau sudah dimanipulasi demi tujuan tertentu.
Kalo nggak paham dan tidak tahu ngapain masih berpendepat, kitab suci nya umat islam ataupun kitab suci agama lain sama saja, kitab adalah buku alias benda mati di tafsirkan kemana saja bisa, tergantung niat nya manusia yg menafsirkan, kalo yg menafsirkan kitab suci pendeta cabul ya pastilah di cari kan pembenaran kecabulan mereka dan demikian juga yg lainnya.
Copyright Indonesia Matters 2006-2025
Privacy Policy | Terms of Use | Contact
What’s this phenomena called? I remember there’s a word for describing the tendency of (any?) people / tribe to believe that the world revolves around them. For example: chinese people in the mainland call themselves zhongguoren… people of the middle kingdom (middle as in: center [of the universe]).